KEDEPANKAN KEKUATAN PRODUK UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN

KEDEPANKAN KEKUATAN PRODUK UNTUK MEMENANGKAN PERSAINGAN

Hari Nurweni

Staf pengajar STIM YKPN Yogyakarta

Dalam dunia bisnis memenangkan persaingan merupakan menu makanan sehari-hari yang harus dikelola dengan smart. Untuk mengakomodasi statement di atas dalampemasaran, sering dikenal dengan istilah diferensiasi atau pembeda. Perusahaan harus mampu mencari keunikan produk, sehingga produk perusahaan mempunyai ciri khusus yang dapat dibedakan dengan produk perusahaan lain. Dengan demikian perusahaan akan memproleh keunggulan kompetitif di pasar, yang pada akhirnya dapat memenangkan persaingan.

Pemerintah telah mengakomodasi upaya untuk memenangkan persaingan di atas melalui berbagai program yang dikoordinir oleh Kementerian Perdagangan, sebagai salah satu programnya  adalah Indonesian Design Power . Program ini bertujuan untuk membangun daya saing dengan mengkombinasikan 3 (tiga) kekuatan yaitu design products, packaging, danbranding (Buletin Pelatihan ekspor, 2007). Pada intinya. dengan program ini pemerintah mendorong dunia usaha untuk meningkatkan nilai produk yang berbasis kekayaan intelektual Indonesia melalui desain dengan diperkaya oleh nilai budaya, warisan budaya, dan inovasi. Masing-masing daerah di Indonesia mempunyai produk yang menjadi unggulan daerah dengan keunikan atau ciri khas masing-masing. Sebagai contoh produk batik sebagai salah satu produk kerajinan khususnya dari Yogyakarta, pada setiap desain diberi nama, yang memberikan makna positif bagi pemakainya. Nama-nama desain batik tersebut antara lain sidomukti, sido luhur, sekar jagad dan sebagainya. Dengan program di atas tentunya pemerintah punya harapan dunia usaha ke depannya lebih berkembang lagi, dan bahkan lebih siap untuk menghadapi persaingan global. Karena dunia usaha/UMKM keberadaannya pada saat ini memiliki nilai strategis dan dapat diandalkan sebagai penggerak ekonomi nasional, yang tetap eksis walaupun kondisi ekonomi di negara kita saat ini kurang menguntungkan dengan terpuruknya nilai rupiah.

 Setiap tahun melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Kementerian Perdagangan sebagai bentuk perhatian dan komitmen pada dunia usaha, menyelenggarakan Pameran Produk Ekspor (PPE). Salah satu tempat untuk pameran ini adalah di Arena Pekan Raya Jakarta. Pengunjung pada pameran ini berasal dari banyak negara. Misalnya PPE pada beberapa tahun yang lalu dapat menarik minat 5.000 pembeli yang berasal dari 100 negara yang diundang. Pelaksanaan PPE yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan ini dari tahun ke tahun menunjukkan adanya peningkatan dalam jumlah pembeli baik yang berasal dari dalam dan luar negeri.

PPE Indonesia merupakan tempat berlaga terbaik dan terbesar bagi kegiatan promosi produk ekspor unggulan Indonesia,  karena pada event ini dihadiri oleh ribuan  pembeli dari mancanegara. Dari sudut pandang kita, adanya penyelenggaraan PPE merupakan moment yang tepat untuk membangkitkan kebanggaan masyarakat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri. Dengan modal dasar talenta yang dimiliki oleh bangsa Indonesia khususnya dalam berkreasi, para desainer dan pencipta produk, dapat mewujudkan produk-produk Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar Internasional. Menurut Kementerian Perdagangan, produk-produk Indonesia yang diharapkan tampil pada kancah penyelenggaraan PPI ini antara lain meliputi tekstil dan garmen, perhiasan & asesoris, kosmetik, hasil pertanian, makanan dan minuman, produk kulit, mebel, kerajinan tangan dan sebagainya.

Selain menumbuhkan kembali kebanggaan cinta produk dalam negeri, Indonesia juga harus mengedepankan kekuatan produk-produknya untuk berkompetisi dengan produk sejenis dari mancanegara. Untuk mendukung hal ini, seperti yang dikemukakan di atas pemerintah telah mengembangkan secara intensif kekuatan desain, kemasan, dan dukungan aktivitasbranding.

Pemerintah mendorong bahkan memberikan penghargaan pada dunia usaha agar tercipta  produk yang berkualitas, terus menerus melakukan berbagai inovasi untuk menciptakan desain baru yang menarik, mempunyai keunikan, dan berciri khas budaya dan etnik Indonesia. Sedangkan kemasan produk dalam hal ini berfungsi untuk memberikan kesan dari citra produk yang ingin disampaikan oleh perusahaan, dan tentunya kemasan.seharusnya bisa dipadukan dengan fungsi produk. Dalam banyak hal kemasan menggambarkan merek dimata konsumen, dengan demikian kemasanlah yang menghasilkan penjualan. Untuk itu tentunya kemasan haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai daya tarik pasar.

Satu hal yang tidak boleh kita lupakan selain kemasan adalah branding. Branding disini mempunyai fungsi untuk membedakan produk yang dihasilkan perusahaan tertentu, dengan produk sejenis yang dihasilkan perusahaan  lain. Tampaknya perlu pertimbangan yang matang terkait dengan keputusan tentang desain kemasan dan branding di atas apabila produk ingin dijual di pasar luar negeri. Masing-masing pasar di luar negeri tentunya mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap desain kemasan dan branding suatu produk. Bila diperlukan dibuat desain branding yang disesuaikan, sehingga hal ini akan mempengaruhi daya tarik produk.

Dari berbagai kekuatan atau “Design Power” yang  dicanangkan oleh pemerintah di atas, diharapkan kedepannya produk-produk Indonesia yang bercirikan budaya dan brand Indonesia akan berkibar pada tingkat internasional. Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *