info@stimykpn.ac.id (0274) 885505

Ketua STIM YKPN Hadiri Forum Bank Indonesia di Bali, Dorong Akademisi Perkuat Optimisme Ekonomi Nasional

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN Yogyakarta, Dr. Suparmono, M.Si., menjadi salah satu dari 58 perwakilan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang diundang oleh Bank Indonesia (BI) dalam kegiatan “BI Sapa Akademisi”. Acara yang diselenggarakan di The Stones Hotel, Kuta, Bali, pada 1-4 Oktober 2025 ini menjadi wadah bagi akademisi dan peneliti untuk memperkuat kolaborasi dan diseminasi kebijakan ekonomi nasional.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Focused Group Discussion (FGD) ini membahas kebijakan terkini Bank Indonesia, meliputi kebijakan ekonomi dan moneter, kebijakan makroprudensial, serta kebijakan sistem pembayaran. Acara diselenggarakan oleh Departemen Komunikasi (Dkom) Bank Indonesia, dengan tujuan meningkatkan sinergi antara kalangan akademisi, peneliti, dan Bank Indonesia dalam mengomunikasikan kebijakan strategis kepada publik secara objektif dan edukatif.

Deputi Direktur BI, Anton, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran akademisi dalam mengedukasi masyarakat melalui pandangan yang berbasis data dan solusi. 

“Akademisi dan peneliti dapat membantu memberikan diseminasi dan edukasi terkait dengan kebijakan BI, baik melalui opini di media maupun sosial media. Opini yang disampaikan diharapkan tetap kritis, obyektif, solutif, dan yang lebih penting mampu mendorong optimisme terhadap kondisi perekonomian saat ini dan ke depan,” jelasnya.

Selain diskusi mengenai kebijakan nasional. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Bali juga memaparkan inisiatif strategis dalam perluasan penggunaan QRIS dalam sektor transportasi, UMKM serta pemerintah daerah. Kegiatan ini juga disinergikan dengan program QRIS Jelajah Budaya Indonesia (QJI) Bali, yang menggabungkan digitalisasi sistem pembayaran dengan pelestarian budaya lokal.

Dr. Suparmono, M.Si. dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya sinergi antara lembaga kebijakan dan dunia akademik.

“Kampus memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk membantu masyarakat memahami arah kebijakan ekonomi. Melalui riset dan edukasi, akademisi dapat berkontribusi secara nyata dalam memperkuat optimisme publik terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan ini, STIM YKPN Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan lembaga keuangan nasional dalam memperkuat literasi ekonomi masyarakat. Kehadiran kampus dalam forum seperti ini menjadi wujud nyata kontribusi dunia pendidikan tinggi dalam membangun ekonomi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.


#STIMYKPN #BankIndonesia #BISapaAkademisi #Bali #FGD #kampusmanajemen